Jakarta Bicara beberapa hal unik serta lucu di sepak bola Indonesia seakan tidak ada habisnya. Ada-ada saja peristiwa atau momen yang membuat penggemar bola geleng-geleng kepala.

Kejadian yang benar-benar susah dihapus dari masa lalu tentunya dualisme persaingan, tim nasional, sampai club, pada musim 2011-2012. Masalah semacam itu nampaknya tidak berada di penjuru dunia yang lain. Bagaimana mungkin satu negara mempunyai dua timnas yang berlainan?

Kondisi dualisme itu dipacu kekacauan di PSSI yang pada akhirnya merambat ke mana-mana. Supporter serta pemain yang pada akhirnya jadi korban.

Pemain serta supporter jadi korban permainan politis di level tinggi. Ujungnya, prestasi sepak bola Indonesia yang menjadi taruhannya.

Tidak hanya masalah dualisme, masih ada banyak kekhasan lain yang kemungkinan cuma berada di sepak bola Indonesia. Di bawah ini ini tujuh bukti paling akhir dari kekhasan sepak bola Indonesia.

19. Dualisme Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2012

gal-indonesia-laos-121125-logo2.jpg

Satu negara mempunyai dua timnas? Kemungkinan cuma berlangsung di Indonesia. Kejadian aneh itu berlangsung mendekati Piala AFF 2012.

Dualisme kepengurusan PSSI berimbas besar pada Team Garuda, yang sempat alami perpecahan. Hasilnya cukup jelek, Team Merah-Putih yang tidak dibuat dari beberapa pemain paling baik cuma beraksi di set penyisihan group di Malaysia.

Team Garuda yang pergi ke Malaysia di pimpin oleh pelatih Nilmaizar, diisi oleh sebagian besar dari tim-tim Indonesia Premier League (IPL).

Beberapa pemain asal club Indonesia Super League (ISL) lakukan tindakan boikot sebab diancam diputus kontrak oleh timnya. Cuma Bambang Terakhir (Persija Jakarta) serta Oktovianus Maniani (Persiram Raja Ampat) yang hadir penuhi panggilan bela negara.

Waktu itu tim-tim ISL tengah lakukan pemberontakan ke PSSI, yang mengubah skema persaingan profesional dengan meremehkan statuta. Didukung beberapa anggota Komite Eksekutif PSSI, mereka selanjutnya membuat organisasi tandingan, Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).

Mendekati Piala AFF 2012, KPSI sempat membuat tim nasional sendiri dengan bimbingan Alfred Riedl, yang terakhir keberadaannya tidak disadari AFF.

Akhirnya Nil Maizar cuma mendayakan pemain alakadarnya. Dia serta sampai harus masukkan nama Elie Aiboy, pemain gaek yang sebenarnya tidak cukup patut bela Team Merah-Putih.

Untuk menambal scuad Tim nasional Indonesia, PSSI datangkan pemain naturalisasi, Raphael Maitimo, Tonnie Cussel, serta Jhon van Beukering, yang sayangnya performnya nyatanya dibawah ekspetasi.

Efeknya compang-campingnya scuad Tim nasional Indonesia berimbas ke lapangan. Team Garuda cuma dapat bermain 2-2 waktu bertemu dengan Laos.

Pada pertandingan ke-2 Indonesia hadapi Singapura, team yang telah 2x jadi juara Piala AFF, yakni pada 2004 serta 2007. Tetapi, di laga berikut Tim nasional Indonesia dapat menunjukkan satu titik balik yang bagus walaupun cuma menang tipis 1-0.

Pada laga paling akhir, Indonesia kalah dari Malaysia. Irfan Bachdim dkk. juga tersisih.

Perjalanan Tim nasional Indonesia di Piala AFF 2012 jadi cermin dari persoalan dualisme PSSI yang berimbas pada dualisme liga, serta pada akhirnya jadi dualisme Tim nasional Indonesia, hingga team yang berlaga di level internasional juga harus disadari bukan yang paling baik.

20. Hampir Semua Klub Sepak Bola Tak Punya Stadion Sendiri

Irfan Jaya, Persebaya Surabaya, Shopee Liga 1 2019, Liga 1 2019

Indonesia mempunyai persaingan sepak bola yang terbagi dalam beberapa divisi. Akhirnya, jumlahnya club di Indonesia sangat banyak, serta beberapa ratus.

Tetapi, yang memprihatinkan, sebagian besar club profesional tidak mempunyai stadion sendiri. Tim-tim itu menggunakan stadion punya pemda.

Misalnya Arema FC yang menggunakan Stadion Kanjuruhan, Persebaya memakai Stadion Gelora Bung Tomo, PSS bertempat di Stadion Maguwoharjo, dan sebagainya. Semua harus menyewa ke pemda.

Cuma satu club yang mengklaim mempunyai stadion sendiri, yakni Bhayangkara FC. Mereka bertempat di Stadion PTIK, Jakarta

21. Lima Wasit Tempuh 24 Jam, Termasuk Naik Kapal Laut, demi Pimpin Pertandingan

Wasit harus tempuh perjalanan sepanjang 24 jam untuk pimpin laga dalam suatu laga liga domestik, terhitung naik kapal laut, kemungkinan cuma berada di Indonesia. Keadaan demograsi Indonesia yang berbentuk negara kepulauan, dengan moda transportasi yang belum semua komplet, membuat kondisi semacam itu tidak terhindar.

Cerita heroik itu dirasakan lima wasit yang perlu melalui perjalanan panjang ke Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, untuk pimpin pertandingan di panggung Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo. Itu ialah pertandingan kandang pertama Perseru kontra Partner Kukar di Stadion Marora, Senin, 2 Mei 2016.

Lima korps pengadil yang terbagi dalam Cahyanto (PP), Djumadi Effendi (wasit), Jerry Elly (wasit cadangan), Sukri Sulaiman, serta Zaenal Khotamilaili (asisten wasit) harus mempersiapkan fisik serta mental.

Djumali Effendi mengutarakan dianya harus habiskan waktu 24 jam semenjak pergi dari Malang sampai Serui.

“Saya dari Malang Jumat (29/4/2016) malam, serta datang di Serui, Sabtu (30/4/2016) malam. Ini perjalanan paling edan serta melelahkan sepanjang saya jadi wasit. Peristiwa paling membosankan.menjengkelkan saat di atas kapal cepat Biak-Serui. Tetapi saya coba membunuhnya dengan menyanyi sebab di kapal disediakan tempat karaoke. Kadang berdiri di tepi kapal untuk lihat keindahan laut Papua,” sebut Djumadi Effendi.

Tidak hanya unsur fisik serta mental, semua korps pakaian hitam semasing harus merogoh kocek benar-benar dalam untuk menunaikan pekerjaan mulia itu.

“Saya sediakan Rp 3 juta untuk ongkos di jalan. Itu belum terhitung ticket pergi-pulang pesawat serta kapal cepat. Ticket kapal laut kelas VIP Rp 1,2 juta bolak-balik,” tutur Djumadi Effendi.

Beberapa piranti laga sangat terpaksa ke Serui dengan moda transportasi laut, sebab mereka harus mengalah dengan team Partner Kukar. Team tamu bisa prioritas ke Biak-Serui dengan pesawat. “Kami sangat terpaksa harus menjadi korban. Hanya karena ada 3x penerbangan Biak-Serui. Itu juga dengan pesawat kecil yang dapat mengangkat 15 orang,” kata Djumadi Effendi.

Untuk jalankan pekerjaan ini, tutur Djumadi Effendi, keseluruhan waktu perjalanan juga dapat sampai lima hari.

“Untuk laga Perseru menantang Partner Kukar, saya pergi H-2 serta pulang H+2. Waktu pulang harus bermalam di Biak untuk menanti penerbangan ke Surabaya. Serta tiga rekan yang lain sangat terpaksa menginap dua hari sebelum pulang. Sebab semua penerbangan penuh menyongsong libur panjang minggu ini,” tuturnya.

22. Tanda Bintang di Jersey yang Tak Jelas Regulasinya

Launching Pemain dan Jersey Persija Jakarta

Beberapa klun di Liga Indonesia menyisipkan sinyal bintang di jersey mereka. Sinyal bintang itu mengisyaratkan club itu pernah jadi juara liga.

Tetapi, tidak ada peraturan spesial mengenai aplikasi sinyal bintang di jersey di Indonesia. Di Italia, satu sinyal bintang di jersey mengisyaratkan club yang berkaitan sudah 10 kali merampas gelar Serie A atau Scudetto. Berarti, club baru meningkatkan bintang bila minimum juara 20 kali.

Di Indonesia tidak ada ketentuan spesial. Ada club yang menempatkan bintang sesuai jumlahnya gelar liga yang mereka punya. Tetapi, ada pula yang membuat ketentuan sendiri.

Persija Jakarta contohnya. Pada set 8 besar Piala Presiden 2018 kontra Kalimantan tengah Putra (28 Maret 2019), Persija kenakan jersey dengan cuma menyisipkan satu bintang. Walau sebenarnya, Persija barusan mendapatkan titel juara untuk kali ke-2 di kelas paling tinggi sepak bola Indonesia.

Waktu itu, Ketua Jakmania, Ferry Indrasjarief, menjelaskan pemasangan bintang itu tidak butuh dipermasalahkan. Faktanya, di Indonesia memang tidak ada peraturan spesial yang mengendalikan menambahkan bintang waktu mendapatkan gelar juara.

23. Tradisi Ziarah demi Mencari Berkah

PSIM Yogyakarta

Beberapa team sepak bola Tanah Air masih mempunyai adat yang unik, seperti ziarah ke makam mendekati persaingan agar mendapatkan karunia untuk modal melalui kompetisi ketat.

Team yang masih menggenggam adat itu diantaranya Persis Solo serta PSIM Yogyakarta. Scuad Persis Solo umumnya lakukan ziarah ke makam Raden Mas Said atau yang diketahui dengan Pangeran Sambernyawa, di Kompleks Astana Giri Bangun, Matesih, Karanganyar.

Pangeran Sambernyawa adalah tokoh yang namanya selanjutnya diadopsi jadi julukan Persis Solo.

Bila Persis ziarah ke makam Pangeran Sambernyawa, PSIM umumnya ziarah ke makam raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul serta makam Sultan Hamengkubuwono IX. Itu telah jadi adat PSIM mendekati persaingan. Maksudnya sama, agar mendapatkan karunia mendekati berkompetisi di persaingan yang ketat.

Sesuai dengan ketentuan, beberapa pemain serta team pelatih harus kenakan pakaian tradisi untuk masuk kompleks makam raja-raja Mataram itu.

24. Pernah Terjadi Dualisme Klub

Persebaya 1927

Hal unik apa yang kemungkinan cuma berlangsung di Indonesia? Tentunya satu salah satunya dualisme persaingan yang menyebabkan terciptanya dualisme club.

Dualisme persaingan itu dipacu sebab perselisihan di antara PSSI serta KPSI. Semasing tim mengadakan persaingan, yakni Liga Primer Indonesia serta ISL pada musim 2011-2012.

Dikarenakan dualisme persaingan itu pada akhirnya menyebabkan dualisme club. Klub-klub yang alami dualisme yakni Persebaya, Arema serta Persija Jakarta.

Sempat ada dua Persebaya, yakni Persebaya DU serta Persebaya 1927. Sejumlah besar Bonek lebih pilih memberi dukungan Persebaya 1927 yang asli.

Dualisme yang sulit menerpa Arema, yakni Arema Indonesia serta Arema Cronus. Aremania waktu itu makin banyak memberi dukungan Arema Cronus yang bertanding di ISL.

25. Sebagian Besar Klub Berawalan Huruf P

Salah satunya bukti unik mengenai sepak bola Indonesia ialah sejumlah besar nama timnya berawalan huruf P. Lihat saja tim-tim yang berperan serta di persaingan kelas paling tinggi sampai paling rendah. Tentu sebagian besar timnya berawalan huruf P.

Mengambil contoh di Liga 1 2019. Lihat saja tim-tim yang berawalan P, misalnya Persib, Persebaya, PSIS, PSS sampai Persipura.

Kejadian sama didapati di Liga 2, atau Liga 3. Jika sempat, silahkan kalkulasi sendiri berapakah jumlahnya club bola di Indonesia yang berawalan huruf P. (Habis)

LINK ALTERNATIF Agen Slot Terbaik

LInK DAFTAR : Agen Slot Terbaik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here