Hari Film Nasional diperingati setiap 30 Maret. Mendekati Hari Film Nasional, Ernest Prakasa memberikan beberapa catatan gawat dari sharing market film Indonesia sampai permasalahan classic, pembajakan.

Dalam session interviu spesial dengan Showbiz csninfoberita, minggu ini, Ernest Prakasa memandang film Indonesia sebetulnya belum seluruhnya jadi tuan-rumah di negeri sendiri

“Kalau dilihat dari angka penjualan tiket dan market share, film Indonesia masih belum sampai 40 persen dari film internasional. Soal jadi tuan rumah di negeri sendiri, ditilik dari segi market atau jualan tiket bioskop, belum tercapai,” ulas Ernest Prakasa.

Dorong Lahirnya Naskah Asli

Hal-hal lain yang dikritisi Ernest Prakasa, jumlahnya produser yang menghasilkan film berbasiskan buku laku. Dalam pandangan Ernest Prakasa, naskah orisinal tertekan naskah penyesuaian adalah kejadian global.

Di Hollywood contohnya, tangga box office didominasi karya penyesuaian, spin-off komik atau buku, remake, serta semacamnya. “Cuma untuk penulis, saya menggerakkan bertambah banyak naskah asli melalui kelas-kelas yang saya membuka, ” tutur bintang film Rudy Habibie serta Ngenest, di Jakarta, minggu ini.

Hasilkan Ghost Writer

Kelas sKenario Ernest Prakasa membuahkan beberapa penulis pendatang baru handal. Diantaranya, Nonny Boenawan yang menulis nashkah Ghost Writer. Film Ghost Writer dikeluarkan tahun kemarin serta menghisap 1, 1 juta pemirsa lebih.

Ernest Prakasa mengharap produser serta pemirsa memberikan ruangan animo lebih buat film dari narasi asli. Mengingat, jaringan bioskop sudah memperlihatkan suport untuk menyiarkan semua film Indonesia.

Bioskop Khawatir, Mengapa?

“Bahkan terkadang saya lihat kelihatannya jaringan bioskop cemas disebut tidak memberi dukungan perfilman nasional. Film-film yang trailernya buat dahi berkerut sekalian berujar, ‘Ini film apaan? ’ juga masih diberi peluang tampil minimum beberapa waktu untuk menunjukkan diri, ” cetus sutradara Cek Toko Samping.

Ernest Prakasa memperingatkan, Presiden Jokowi sudah buka keran investasi asing supaya masuk ke bioskop Tanah Air. Cinepolis contohnya, masuk ke Cinemaxx. Cinema XXI mendapatkan dukungan investasi dari Singapura.

Perangi Situs Film Ilegal

“Karenanya saya berharap pertumbuhan jumlah layar makin cepat. Bioskop lain masuk ke Indonesia khususnya di second cities di luar Pulau Jawa dan di luar ibu kota provinsi,” ia menyambung. Harapan lain dari Ernest Prakasa untuk pemerintah, lebih gencar memerangi pembajakan.

“Pemerintah tolong perbanyak sekolah film, jaga kami juga dari para pembajak. Kayaknya gampang banget menayangkan film di situs-situs ilegal lalu orang dengan mudah mengakses. Kalau pornografi bisa sedemikian ditindak oleh Menkominfo, masa pembajakan enggak bisa?” ia mengakhiri perbincangan.

LINK ALTERNATIF  : Slot Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here